Adhe

Sabtu, 19 Februari 2011

Cara Menghilangkan Tips Atasi Bau Badan

Cara Menghilangkan Tips Atasi Bau Badan – Jarang mandi atau malas mandi itu adalah hal yang paling utama memicu timbulnya bau badan yang tidak sedap dari badan kita apalagi bagi Anda yang mempunyai aktivitas padat dan juga tidak bagus untuk kesehatan Anda.

Dan jika Anda merasa kurang nyaman dengan bau badan Anda silahkan baca Cara Menghilangkan Tips Atasi Bau Badan berikut:


Gambar Bau Badan


1. Tiap mandi, gosok kulit secara memutar pakai sabun mandi dan bilas sampai bersih.

2. Selesai mandi, keringkan kulit sampai benar-benar kering untuk mencegah timbulnya jamur di kulit.

3. Sesekali lakukan perawatan ekstra.
Nggak selalu harus disalon. Misalnya berendam di bathtub yang sudah kita beri susu bubuk 35gr dan air, selama 20 menit. Susu mengandung protein, lemak, vitamin A, B6,D, mineral, kalsium, phospor dan magnesium yang bikin kulit kita sehat, halus, dan nggak kering.

4. Rajin pakai lotion tiap setelah mandi. Jangan sampai kulit kita terlihat bersisik. Iiih, amit-amit.

5. Oh yah, selalu ganti underwear setiap kita habis atau pada saat kita merasa berkeringat agak banyak yah, hal ini untuk mencegah timbulnya jamur di kulit.

6. Terakhir, jadi cewek tuh harus wangi. Selalu pakai deodorant dan cologne atau perfume.

Selamat mencoba dan semoga Anda bisa mengatasi bau badan Anda
Read More

Kamis, 17 Februari 2011

7 Alasan Mengapa Anda Harus Berhenti Berdiet

7 Alasan Mengapa Anda Harus Berhenti Berdiet

Anda pasti pernah mengalami masa-masa berdiet. Atau justru sedang berdiet saat ini? Atau punya rencana untuk berdiet mulai bulan depan? Kami punya pengumuman untuk Anda. Jika Anda tujuan Anda adalah untuk menurunkan berat badan, hindari diet! Ini alasannya.


1. Kurang nutrisi
Sebagian besar program diet justru tidak sehat dan malah membuat kita menjadi malnutrisi. Beberapa diet mengharuskan kita untuk melakukan hal yang ekstrem, meninggalkan makanan favorit kita, dan menghindari satu kelompok makanan yang sebenarnya penting. Padahal, pola makan yang sehat adalah makanan yang mengandung SEMUA nutrisi (termasuk karbohidrat, lemak, dan protein). Yang harus dikurangi adalah jumlah kalori.

2. Tidak bertahan lama
Saat pertama kali kekurangan makanan, tubuh kita akan 'kaget' dan berat badan pun menurun. Namun setelah tubuh tak kaget lagi, ia akan mulai beradaptasi dengan cara memperlambat metabolisme, dan tubuh pun akan berhenti kehilangan berat badan. Jadi, meskipun kita sudah memiliki modal berupa niat dan usaha yang kuat untuk berdiet selama-lamanya, tubuh kita tak melakukan hal yang sama.

3. Yo-yo
Ingat mainan anak-anak bernama yo-yo? Naik, turun, naik, turun. Ini juga efek yang ditimbulkan oleh diet. Karena serba menahan diri, ada kalanya kita jadi merasa ngidam dan bahkan lebih lapar dari biasanya. Akibatnya, jika kita penuhi rasa ngidam ini, kita justru akan makan lebih banyak dari porsi normal. Solusinya? Tak perlu berdiet, cukup makan dengan porsi secukupnya.

4. Mengganggu kehidupan
Gara-gara diet, Anda jadi harus menolak ajakan makan malam di luar, acara masak-masak di rumah teman, atau traktiran besar-besaran dalam rangka ulang tahun si bos. Padahal hal-hal inilah yang membuat hidup terasa lebih seru, bukan?

5. Kekurangan energi
Mengurangi asupan kalori secara drastis bisa berakibat turunnya level energi. Tak heran jika Anda jadi sering merasa pusing saat sedang berdiet.

6. Kuantitas vs kualitas
Memangnya Anda bisa menikmati makanan jika sambil menyuap Anda terus menghitung berapa kalori yang masuk ke tubuh? Aktivitas ini justru membuat Anda tetap merasa lapar meskipun sedang makan. Solusinya? Konsumsilah makanan yang banyak mengandung nutrisi. Semakin banyak nutrisi yang masuk ke tubuh, semakin jarang Anda merasa lapar.

7. Satu dimensi
Anda tak berharap bisa turun berat badan hanya dengan berdiet, kan? Jangan lupa, kita juga harus rajin berolah raga dan menjaga pola makan sehat. Tak perlu lari marathon 10 kilometer. Anda hanya perlu lebih aktif, karena seiring dengan bertambahnya umur, metabolisme kita akan semakin lambat. 'Aktif' di sini bisa berarti naik turun ruangan menggunakan tangga (bukan lift), atau berjalan kaki ke kantor (jika kantor Anda dekat, tentunya).

Jadi, ubahlah hidup Anda dengan cara mengubah pola pikir terhadap kesehatan, nutrisi, dan gaya hidup sehat. Berhenti berdiet, dan mulailah makan dengan cara yang sehat.
Read More

Rabu, 16 Februari 2011

Keuntungan dan Kerugian Merokok

Adanya pernyataan bahwa “mengurangi” kebiasaan merokok pada sebagian kalangan boleh dikatakan “tidak memberi manfaat yang signifikan terhadap kesehatan”, memang ada benarnya. Namun dari cara penggunaan kalimat yang samar seperti di atas dapat memicu keengganan seseorang untuk mengurangi kebiasaan merokok.

Sebuah penelitian menemukan data pada type pecandu yang rata-rata mengkonsumsi rokok antara 15 batang atau lebih dalam sehari (yang didefinisikan sebagai perokok berat), hanya sebagian (50 %) yang memahami bahwa mengurangi rokok tidak akan memperkecil dampak buruk yang diakibatkannya, berupa; kematian-dini, penyakit jantung atau penyakit paru-paru.Oleh karena itu, bagaimanapun upaya penyederhanaan yang dilakukan oleh seorang perokok tanpa meninggalkan kebiasaan buruk tersebut secara tuntas akan selalu dibayang-bayangi resiko kesehatan yang sewaktu-waktu mengancam dirinya. Peneliti menghimbau agar segeralah beranjak dari paradigma kesehatan yang keliru selama ini. (Tob Control, December 2006)
Manfaat Rokok (Boleh percaya tetapi sebaiknya jangan percaya)
Disisi lain, beberapa pakar dan praktisi kesehatan menyimpulkan bahwa; bahaya rokok tidak selamanya mengancam kehidupan manusia. Sebuah penelitian tentang “Human Leucosyd Antigen” (HLA) yang merupakan zat kekebalan tubuh, memungkinkan seseorang untuk terhindar dari segala bentuk bahaya terhadap serangan tembakau (rokok).

Namun, dalam penelitian tersebut dijelaskan pula bahwa tidak semua orang memiliki “HLA” yang handal dalam melawan nekotin, terutama mereka yang mengkonsumsinya secara berlebihan. Peneliti berharap agar anda yang tidak cukup kebal menghadapi tembakau disarankan untuk berhenti secara total, paling tidak harus menguranginya sesuai daya tahan tubuh anda.
Manfaat Lain
Selanjutnya beredar pula kabar angin yang sengaja dihembuskan oleh para pecandu rokok, dan semoga cerita tersebut tidak mengurangi nilai kewaspadaan kita dari dampak yang tidak kita inginkan. Konon bahwa manfaat merokok meliputi hal-hal berikut :
(1). Seeorang yang sedang merokok tidak akan digigit anjing, karena anjing takut api.
(2). Rumah seorang perokok selalu aman dari bahaya kemalingan, karena dari luar rumah selalu terdengar orang yang sedang batuk-batuk.

Hubungan Rokok dan (maaf) Payudara.

Salah satu sumber menuturkan, bahwa; kebiasaan merokok sangat berhubungan erat terhadap habit seorang ibu. Dalam hal ini ibu yang lebih mengutamakan penampilan fisik pada umumnya memiliki kecenderungan memperpendek masa penyapihan seorang anak demi menjaga pencitraan dan penampilan (sensualitas) payudara agar selalu disayang suami. Pada waktu yang bersamaan anakpun terpaksa hanya menerima jatah dari susu seekor sapi sebagai kompensasi.

Anjuran ahli kesehatan menekankan agar masa penyapihan (berhenti menyusui) bagi seorang anak dianjurkan setelah berusia 2 tahun. Pada umumnya anak-anak yang kekurangan masa menyusu, pada usia tertentu akan mencari kompensasi dengan sesuatu yang di isap-isap (kenyot), maka kebanyakan diantara mereka menempuh jalan untuk merokok.
-*dari berbagai sumber*-
Read More

Sabtu, 12 Februari 2011

PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI PALANG MERAH REMAJA DI SEKOLAH

Dewasa ini praktik pendidikan di Indonesia cenderung lebih berorentasi pada pendidikan berbasis hard skill (keterampilan teknis) yang lebih bersifat mengembangkan intelligence quotient (IQ), namun kurang mengembangkan kemampuan soft skill yang tertuang dalam emotional intelligence (EQ), dan spiritual intelligence (SQ). Pembelajaran di berbagai sekolah lebih menekankan pada perolehan nilai hasil ulangan maupun nilai hasil ujian. Sebagian besar guru masih memiliki persepsi bahwa peserta didik yang memiliki kompetensi yang baik adalah memiliki nilai hasil ulangan/ujian yang tinggi.
Seiring perkembangan jaman, pendidikan yang hanya berbasiskan hard skill yaitu menghasilkan lulusan yang hanya memiliki prestasi dalam akademis, harus mulai dibenahi. Sekarang pembelajaran juga harus berbasis pada pengembangan soft skill (interaksi sosial) sebab ini sangat penting dalam pembentukan karakter anak bangsa sehingga mampu bersaing, beretika, bermoral, sopan santun dan berinteraksi dengan masyarakat. Pendidikan soft skill bertumpu pada pembinaan mentalitas agar peserta didik dapat menyesuaikan diri dengan realitas kehidupan. Kesuksesan seseorang tidak ditentukan semata-mata oleh pengetahuan dan keterampilan teknis (hard skill) saja, tetapi juga oleh keterampilan mengelola diri dan orang lain (soft skill).
Sebagai upaya untuk meningkatkan kesesuaian dan mutu pendidikan karakter, Kementerian Pendidikan Nasional mengembangkan grand design pendidikan karakter untuk setiap jalur, jenjang, dan jenis satuan pendidikan. Grand design menjadi rujukan konseptual dan operasional pengembangan, pelaksanaan, dan penilaian pada setiap jalur dan jenjang pendidikan. Berdasarkan grand design yang dikembangkan Kemendiknas (2010), secara psikologis dan sosial kultural pembentukan karakter dalam diri individu merupakan fungsi dari seluruh potensi individu manusia (kognitif, afektif, konatif, dan psikomotorik) dalam konteks interaksi sosial kultural (dalam keluarga, sekolah, dan masyarakat) dan berlangsung sepanjang hayat. Konfigurasi karakter dalam konteks totalitas proses psikologis dan sosial-kultural tersebut dapat dikelompokkan dalam (1) olah hati (spiritual and emotional development), (2) olah pikir (intellectual development), (3) olah raga dan kinestetik (physical and kinestetic development), dan (4) olah rasa dan karsa (affective and creativity development)
Beberapa penemuan penting mengenai hal pendidikan karakter, antara lain hasil studi Dr. Marvin Berkowitz dari University of Missouri- St. Louis, menunjukan peningkatan motivasi siswa sekolah dalam meraih prestasi akademik pada sekolah-sekolah yang menerapkan pendidikan karakter. Kelas-kelas yang secara komprehensif terlibat dalam pendidikan karakter menunjukan penurunan drastis pada perilaku negatif siswa yang dapat menghambat keberhasilan akademik.



HAKIKAT PENDIDIKAN KARAKTER
Secara akademik, pendidikan karakter dimaknai sebagai pendidikan nilai, pendidikan budi pekerrti, pendidikan moral, pendidikan watak, yang tujuannya mengembangkan kemampuan peserta didik untuk memberikan keputusan baik-buruk, memelihara apa yang baik itu, dan mewujudkan kebaikan itu dalam kehidupan sehari-hari dengan sepenuh hati. Karena itu muatan pendidikan karakter secara psikologis mencakup dimensi moral reasoning, moral feeling, dan moral behaviour
Karakter mengacu kepada serangkaian sikap (attitudes), perilaku (behaviors), motivasi (motivations), dan keterampilan (skills). Karakter berasal dari bahasa Yunani yang berarti “to mark” atau menandai dan memfokuskan bagaimana mengaplikasikan nilai kebaikan dalam bentuk tindakan atau tingkah laku, sehingga orang yang tidak jujur, kejam, rakus dan perilaku jelek lainnya dikatakan orang berkarakter jelek. Sebaliknya, orang yang perilakunya sesuai dengan kaidah moral disebut dengan berkarakter mulia.
Pendidikan karakter bertujuan untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan dan hasil pendidikan di sekolah yang mengarah pada pencapaian pembentukan karakter dan akhlak mulia peserta didik secara utuh, terpadu, dan seimbang, sesuai standar kompetensi lulusan. Melalui pendidikan karakter diharapkan peserta didik mampu secara mandiri meningkatkan dan menggunakan pengetahuannya, mengkaji dan menginternalisasi serta mempersonalisasi nilai-nilai karakter dan akhlak mulia sehingga terwujud dalam perilaku sehari-hari
Pembentukan karakter merupakan bagian penting kinerja pendidikan. Karakter merupakan bentuk kepribadian yang melekat pada diri seseorang. sebagaimana hadist Rosulullah saw, yang meyatakan bahwa setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, karena kedua orangtuanyalah (baca: lingkungan) menjadikan anak itu yahudi, nasrani atau majusi (HR. Bukhari). Ini menunjukkan bahwa fitrah atau potensi tidak bisa dibiarkan begitu saja tapi perlu ditumbuhkan, sebagaimana benih yang baik, kalau ditanam ditanah yang subur dan dirawat (disiram dan dipupuk) dengan baik, maka benih itu akan tumbuh menjadi tanaman yang subur dan berbuah banyak. Demikian juga dengan karakter yang merupakan bagian dari potensi anak , harus dibina dan dididik dengan baik, biar menjadi anak yang shaleh dan bermanfaat.


PEMBINAAN PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI MANAJEMEN PMR
Kegiatan ekstrakurikuler yang selama ini diselenggarakan sekolah merupakan salah satu media yang potensial untuk pembinaan karakter dan peningkatan mutu akademik peserta didik. Kegiatan Ekstrakurikuler merupakan kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, dan minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik dan atau tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berkewenangan di sekolah. Melalui kegiatan ekstrakurikuler diharapkan dapat mengembangkan kemampuan dan rasa tanggung jawab sosial, serta potensi dan prestasi peserta didik.
Palang Merah Remaja (PMR) adalah wadah pembinaan dan pengembangan anggota remaja PMI dengan tujuan membangun dan mengembangkan karakter anggota PMR yang berpedoman pada Tri Bakti PMR dan Prinsip Kepalangmerahan untuk menjadi relawan masa depan. Kebijakan PMI dan Federasi tentang remaja bahwa (1) remaja merupakan prioritas pembinaan, baik dalam keanggotaan maupun kegiatan kepalangmerahan, (2) remaja berperan penting dalam pengembangan kegiatan kepalangmerahan, (3) remaja berperan penting dalam perencanaan, pelaksanaan kegiatan, dan proses pengambilan keputusan untuk kegiatan PMI, (4) remaja calon pemimpin Palang Merah masa depan, dan (5) remaja adalah kader relawan. Oleh karena itu, pola pembinaan “konvesional” yang berorientasi pada “rekrut-latih-lomba” sudah harus ditinggalkan dan diganti dengan pembinaan yang berorientasi pada “rekrut-latih-tri bakti” untuk menyiapkan anggota PMR menjadi calon relawan masa depan.
Berdasarkan Pedoman Manajemen PMR, siklus pembinaan PMR melalui empat tahap, yakni (1) perekrutan, (2) pelatihan, (3) Tribakti, dan (4) pengakuan dan penghargaan. Keempat tahap tersebut senatiasa dipantau dan evaluasi.
1. Tahap Perekrutan
Perekrutan adalah peningkatan jumlah anggota dan kelompok PMR. Melalui proses promosi, pendaftaran, dan wawancara, maka perekrutan memberitahukan remaja bahwa dengan bergabung dengan PMI, mereka dapat melakukan sesuatu yang memang mereka ingin lakukan. Nilai karakter yang digali dalam tahap ini adalah bepikir logis, kreatif menggali ide, kerja keras
2. Tahap Pelatihan
Mengingat pembinaan PMR terfokus pada pembangunan karakter, maka standarisasi pelatihan PMR berpedoman pada kurikulum PMR, dengan menerapkan 7 (tujuh) materi pelatihan PMR, yaitu (1) Gerakan Kepalangmerahan, (2) Kepemimpinan, (3) Pertolongan Pertama, (4) Sanitasi dan Kesehatan, (5) Kesehatan Remaja, (6) Kesiapsiagaan Bencana, dan (7) Donor Darah. Melalui materi tersebut, nilai karakter yang digali adalah bekerja sama, peduli sesama, menjadi pendidik sebaya, memberikan dukungan, menjadi contoh perilaku hidup sehat


3. Tri Bakti PMR
Ketujuh materi perlatihan PMR tersebut diharapkan dapat menguatkan karakter anggota PMR untuk melaksanakan Tri Bakti PMR. Melibatkan anggota PMR dalam berbagai kegiatan kepalangmerahan merupakan karya dan bakti nyata setelah mengikuti pelatihan, pengakuan, terhadap keberadaan dan kompetensi dalam meningkatkan kualitas anggota dan organisasi, serta memberikan jawaban atas berbagai minat bergabungnya remaja dengan PMI. Nilai karakter yang digali melalui Tri Bakti sebagai berikut:
Tri Bakti PMR Nilai Karakter
Meningkatkan keterampilan hidup sehat Bersih, sehat
Berkarya dan berbakti di masyarakat Kepemimpinan, peduli, kreatif, kerjasama
Mempererat persahabatan nasional dan internasional Bersahabat, ceria

4. Pengakuan dan penghargaan
Peranan pembina PMR sangatlah penting dalam menyampaikan penghargaan dan pengakuan atas peran dan kegiatan PMR. Hal ini akan memberikan dampak yang besar dan sangat efektif. Pengakuan dan penghargaan bertujuan (1) memotivasi PMR agar tetap bersama dengan PMI, (2) ¦memberikan rasa bangga dan kesadaran akan kualitasnya bahwa meskipun masih, (3) remaja mereka dapat berperan untuk kemanusiaan, (4) meningkatkan kepercayaan diri dan komitmen, (5) meningkatkan kualitas kegiatan kepalangmerahan. Pengakuan dan penghargaan dapat diberikan dalam bentuk ucapan selamat, hadiah, sertifikat, plakat, pin uji syarat kecakapan, mengikutsertakan anggota PMR untuk pertukaran remaja dan konferensi, dan acara-acara khusus untuk penghargaan dan pengakuan anggota PMR. Nilai karakter yang digali adalah menghargai karya dan prestasi orang lain, demokratis
Agar anggota PMR dapat memanfaatkan dan mengembangkan seluruh kecerdasan dan potensi dalam penguasaan materi, pelatih, fasilitator, dan pembina PMR menggunakan berbagai metode dan media yang memberikan kesempatan mereka untuk terlibat dalam proses sehingga tertanam karakter
1. Fun learning
Proses belajar dan kegiatan menjadi aktivitas kehidupan riil yang dihayati dengan penuh kegembiraan. Itu membantu anggota PMR menikmati kegiatan dan membangun imaji tentang apa dan bagaimana seharusnya menjadi seorang anggota PMR. Contoh nilai karakter yang ditanamkan adalah berpikir logis, rasa percaya diri, mandiri
2. Learning by doing
Untuk menjadi lebih paham dan mengerti, anggota PMR hanya perlu difasilitasi dalam mempelajari sesuatu. Biarkan mereka mengamati, mengalami, merasakan, dan memahami berbagai macam perbedaan. Biarkan mereka yang merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi hasil kerja mereka. Contoh nilai karakter yang ditanamkan adalah, berpikir logis, kreatif, kerja keras.
3. Spider web
Setiap materi dan kegiatan saling terkait. Ketika belajar siaga banjir, maka akan belajar juga tentang Pertolongan Pertama pada luka atau sakit akibat banjir (diare, demam, akibat terbantur benda keras, luka lecet), sanitasi dan air bersih, belajar bagaimana menerapkan 7 Prinsip dan kepemimpinan jika memberikan pertolongan, cara-cara menyelenggarakan aksi donor darah untuk korban banjir, belajar kandungan gizi yang tepat jika akan menyumbang bahan makanan, bagaimana menyelenggarakan acara-acara untuk menghibur remaja dan anak korban bencana. Contoh nilai karakter yang ditanamkan adalah berpikir logis, peduli sesama, gotong royong

REFERENSI:
Juliati Susilo, dkk. 2008. Manajemen Palang Merah Remaja. Jakarta: PMI Pusat.
----------------------2010. Pendidikan Karakter di Sekolah Menengah Pertama. Jakarta: Kementerian Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama.
Read More

Infeksi Mata Konjungtivitis

Inflamasi konjungtiva mata yang disebabkan oleh proses infeksi, iritasi fisik, atau respons alergi dikenal sebagai konjungtivitis. Pada inflamasi, konjungtiva menjadi merah, bengkak, dan nyeri ditekan. Konjungtivitis akibat infeksi bakteri kadang-kadang disebut mata merah (pink eye). Mata merah dapat terjadi sendiri, atau dapat terjadi bersamaan dengan infeksi telinga. Konjungtivitis viral sering disebabkan oleh infeksi adenovirus. Konjungtivitis bakterial dan viral sangat menular. Konjungtivitis alergi terjadi sebagai bagian dari reaksi inflamasi terhadap alergen lingkungan. Stimulasi fisik oleh benda asing di mata juga akan mengiritasi dan menginflamasi konjungtiva sehingga menyebabkan inflamasi dan nyeri.
Gambaran Klinis
• Konjungtiva merah dan bengkak. Pada konjungtivitis infeksi atau alergi, kedua mata biasanya terkena.
• Fotofobia (aversi terhadap cahaya).
• Rabas purulen adalah karakteristik konjungtivitis bakterial. Infeksi dan rabas sering dimulai di satu mata dan menyebar ke mata yang lain. Mata mungkin tertutup oleh selaput kehijauan.
• Rabas encer dan jernih adalah karakteristik konjungtivitis viral. Konjungtivitis viral sering menyertai infeksi saluran napas atas.
• Rasa panas dan gatal pada mata adalah karakteristik konjungtivitis alergi.
• Konjungtivitis akibat benda asing dikaitkan dengan ketidaknyamanan dan perasaan seperti ada pasir atau kerikil halus pada mata. Biasanya dengan benda asing, hanya satu mata yang terkena.
Diagnosis
• Diagnosis ditegakkan setelah riwayat dan pemeriksaan fisik. Kultur dapat diperlukan pada beberapa keadaan.
• Benda asing pada mata harus divisualisasi dengan menggunakan lampu khusus, yang disebut lampu Wood.

Komplikasi

• Infeksi bakteri tertentu (gonore, beberapa jenis konjungtivitas klamidia) dan infeksi virus dapat menyebabkan kerusakan permanen pada mata jika tidak diobati.
• Benda asing di mata dapat menyebabkan abrasi kornea dan pem-bentukan jaringan parut.
• Konjungtivitas dapat menjadi gejala awal penyakit sistemik berat, yaitu penyakit Kawasaki. Penyakit ini adalah salah satu vaskulitis yang tersebar luas yang memengaruhi banyak organ tubuh, termasuk jantung, otak, sendi, Kati, dan rnata. Penyakit ini dimulai secara akut dengan demam tinggi, yang diikuti secara singkat dengan konjungtivitis bilateral yang signifikan karena tidak adanya rabas dan prosesnya yang lama. Ruam dan pembengkakan tangan dan kaki menyertai gejala awal ini. Diagnosis dini penting untuk mencegah kerusakan pada arteri koroner. Terapi untuk penyakit Kawasaki mencakup penggunaan aspirin dan globulin gama.
Penatalaksanaan
• Konjungtivitis bakterial biasanya diobati dengan tetes mata atau krim antibiotik, tetapi sering sembuh dalam waktu sekitar dua minggu walaupun tanpa pengobatan. Karena konjungtivitis bakterial sangat menular di antara anggota keluarga dan teman sekolah, diperlukan teknik mencuci tangan yang baik dan pemisahan handuk bagi individu yang terinfeksi. Anggota keluarga tidak boleh bertukar bantal atau seprai.
• Konjungtivitas yang juga berhubungan dengan otitis media diobati dengan antibiotik sistemik. Kompres hangat pada mata dapat mengeluarkan rabas.
• Konjungtivitis viral biasanya diobati dengan kompres hangat. Teknik mencuci tangan yang baik diperlukan untuk mencegah penularan.
• Konjungtivitis alergi diobati dengan menghindari alergen apabila mungkin. Antihistamin atau tetes mata yang mengandung steroid dapat digunakan untuk mengurangi gatal dan inflamasi.
• Konjungtivitis yang disebabkan iritan diobati dengan mengeluarkan benda asing, diikuti dengan penggunaan obat antibakteri
Read More
Selamat datang di web blog "UNIT PMR SMA BK 2 BOYOLALI".