Adhe
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 Februari 2011

Cara Mengatasi Jerawat Secara Alami

Cara Mengatasi Jerawat Secara Alami – Informasi kesehatan tentang jerawat adalah suatu keadaan pada saat pori-pori tersumbat yang menyebabkan benjolan kecil yang berisi nanah. Salahsatu penyebab jerawat adalah suatu perubahan hormon yang merangsang kelenjar minyak sehingga dapat menyebabkan timbulnya jerawat. Dan pada wanit, jerawat biasanya datang pada saat wanita mengalami menstruas. Penyakit jerawat adalah penyakit yang paling banyak penderitanya. hehe berati kalau Anda berjerawat jangan terlalu merasa malu, pasalnya hampir semua orang yang ada didunia ini pernah mengalami jerawatan.


Cara Mengatasi Jerawat


Yang Menyebabkan Munculnya Jerawat :

1. Produksi kadar minyak yang berlebihan

2. Seel-sel kulit mati yang menempel pada kulit

3. Bakteri atau kotor

Jenis-jenis Jerawat :

1. Komedo

2. Jerawat biasa

3. Jerawat Batu (Cystic acne)

Cara Mengatasi Jerawat :

Mengatasi jerawat secara alami :

1. Ambilah 2-3 helai daun pepaya yang sudah lumayan cukup tua lalu dijemur.
2. Lumatlah daun pepaya tersebut dan diberi air lalu diperas untuk diambil sarinya.
3. Oleskan sari daun pepaya tersebut pada kulit yang berjerawat.

Perawatan untuk mengatasi jerawat :

1. Cucilah lobak secukupnya, kemudian parut lobak tersebut dan ambil airnya.
2. Tambahkan cuka apel sedikit dan campur hingga merata.
3. Oleskan pada kulit yang berjerawat, diamkan hingga mengering.
4. Lalu setelah kering, bersihkan dengan air.
5. Lakukan secara rutin hingga jerawat teratasi sesuai dengan apa yang Anda inginkan.

Selamat Mencoba.
Read More

Cara Menghilangkan Tips Atasi Bau Badan

Cara Menghilangkan Tips Atasi Bau Badan – Jarang mandi atau malas mandi itu adalah hal yang paling utama memicu timbulnya bau badan yang tidak sedap dari badan kita apalagi bagi Anda yang mempunyai aktivitas padat dan juga tidak bagus untuk kesehatan Anda.

Dan jika Anda merasa kurang nyaman dengan bau badan Anda silahkan baca Cara Menghilangkan Tips Atasi Bau Badan berikut:


Gambar Bau Badan


1. Tiap mandi, gosok kulit secara memutar pakai sabun mandi dan bilas sampai bersih.

2. Selesai mandi, keringkan kulit sampai benar-benar kering untuk mencegah timbulnya jamur di kulit.

3. Sesekali lakukan perawatan ekstra.
Nggak selalu harus disalon. Misalnya berendam di bathtub yang sudah kita beri susu bubuk 35gr dan air, selama 20 menit. Susu mengandung protein, lemak, vitamin A, B6,D, mineral, kalsium, phospor dan magnesium yang bikin kulit kita sehat, halus, dan nggak kering.

4. Rajin pakai lotion tiap setelah mandi. Jangan sampai kulit kita terlihat bersisik. Iiih, amit-amit.

5. Oh yah, selalu ganti underwear setiap kita habis atau pada saat kita merasa berkeringat agak banyak yah, hal ini untuk mencegah timbulnya jamur di kulit.

6. Terakhir, jadi cewek tuh harus wangi. Selalu pakai deodorant dan cologne atau perfume.

Selamat mencoba dan semoga Anda bisa mengatasi bau badan Anda
Read More

Kamis, 17 Februari 2011

7 Alasan Mengapa Anda Harus Berhenti Berdiet

7 Alasan Mengapa Anda Harus Berhenti Berdiet

Anda pasti pernah mengalami masa-masa berdiet. Atau justru sedang berdiet saat ini? Atau punya rencana untuk berdiet mulai bulan depan? Kami punya pengumuman untuk Anda. Jika Anda tujuan Anda adalah untuk menurunkan berat badan, hindari diet! Ini alasannya.


1. Kurang nutrisi
Sebagian besar program diet justru tidak sehat dan malah membuat kita menjadi malnutrisi. Beberapa diet mengharuskan kita untuk melakukan hal yang ekstrem, meninggalkan makanan favorit kita, dan menghindari satu kelompok makanan yang sebenarnya penting. Padahal, pola makan yang sehat adalah makanan yang mengandung SEMUA nutrisi (termasuk karbohidrat, lemak, dan protein). Yang harus dikurangi adalah jumlah kalori.

2. Tidak bertahan lama
Saat pertama kali kekurangan makanan, tubuh kita akan 'kaget' dan berat badan pun menurun. Namun setelah tubuh tak kaget lagi, ia akan mulai beradaptasi dengan cara memperlambat metabolisme, dan tubuh pun akan berhenti kehilangan berat badan. Jadi, meskipun kita sudah memiliki modal berupa niat dan usaha yang kuat untuk berdiet selama-lamanya, tubuh kita tak melakukan hal yang sama.

3. Yo-yo
Ingat mainan anak-anak bernama yo-yo? Naik, turun, naik, turun. Ini juga efek yang ditimbulkan oleh diet. Karena serba menahan diri, ada kalanya kita jadi merasa ngidam dan bahkan lebih lapar dari biasanya. Akibatnya, jika kita penuhi rasa ngidam ini, kita justru akan makan lebih banyak dari porsi normal. Solusinya? Tak perlu berdiet, cukup makan dengan porsi secukupnya.

4. Mengganggu kehidupan
Gara-gara diet, Anda jadi harus menolak ajakan makan malam di luar, acara masak-masak di rumah teman, atau traktiran besar-besaran dalam rangka ulang tahun si bos. Padahal hal-hal inilah yang membuat hidup terasa lebih seru, bukan?

5. Kekurangan energi
Mengurangi asupan kalori secara drastis bisa berakibat turunnya level energi. Tak heran jika Anda jadi sering merasa pusing saat sedang berdiet.

6. Kuantitas vs kualitas
Memangnya Anda bisa menikmati makanan jika sambil menyuap Anda terus menghitung berapa kalori yang masuk ke tubuh? Aktivitas ini justru membuat Anda tetap merasa lapar meskipun sedang makan. Solusinya? Konsumsilah makanan yang banyak mengandung nutrisi. Semakin banyak nutrisi yang masuk ke tubuh, semakin jarang Anda merasa lapar.

7. Satu dimensi
Anda tak berharap bisa turun berat badan hanya dengan berdiet, kan? Jangan lupa, kita juga harus rajin berolah raga dan menjaga pola makan sehat. Tak perlu lari marathon 10 kilometer. Anda hanya perlu lebih aktif, karena seiring dengan bertambahnya umur, metabolisme kita akan semakin lambat. 'Aktif' di sini bisa berarti naik turun ruangan menggunakan tangga (bukan lift), atau berjalan kaki ke kantor (jika kantor Anda dekat, tentunya).

Jadi, ubahlah hidup Anda dengan cara mengubah pola pikir terhadap kesehatan, nutrisi, dan gaya hidup sehat. Berhenti berdiet, dan mulailah makan dengan cara yang sehat.
Read More

Rabu, 16 Februari 2011

Keuntungan dan Kerugian Merokok

Adanya pernyataan bahwa “mengurangi” kebiasaan merokok pada sebagian kalangan boleh dikatakan “tidak memberi manfaat yang signifikan terhadap kesehatan”, memang ada benarnya. Namun dari cara penggunaan kalimat yang samar seperti di atas dapat memicu keengganan seseorang untuk mengurangi kebiasaan merokok.

Sebuah penelitian menemukan data pada type pecandu yang rata-rata mengkonsumsi rokok antara 15 batang atau lebih dalam sehari (yang didefinisikan sebagai perokok berat), hanya sebagian (50 %) yang memahami bahwa mengurangi rokok tidak akan memperkecil dampak buruk yang diakibatkannya, berupa; kematian-dini, penyakit jantung atau penyakit paru-paru.Oleh karena itu, bagaimanapun upaya penyederhanaan yang dilakukan oleh seorang perokok tanpa meninggalkan kebiasaan buruk tersebut secara tuntas akan selalu dibayang-bayangi resiko kesehatan yang sewaktu-waktu mengancam dirinya. Peneliti menghimbau agar segeralah beranjak dari paradigma kesehatan yang keliru selama ini. (Tob Control, December 2006)
Manfaat Rokok (Boleh percaya tetapi sebaiknya jangan percaya)
Disisi lain, beberapa pakar dan praktisi kesehatan menyimpulkan bahwa; bahaya rokok tidak selamanya mengancam kehidupan manusia. Sebuah penelitian tentang “Human Leucosyd Antigen” (HLA) yang merupakan zat kekebalan tubuh, memungkinkan seseorang untuk terhindar dari segala bentuk bahaya terhadap serangan tembakau (rokok).

Namun, dalam penelitian tersebut dijelaskan pula bahwa tidak semua orang memiliki “HLA” yang handal dalam melawan nekotin, terutama mereka yang mengkonsumsinya secara berlebihan. Peneliti berharap agar anda yang tidak cukup kebal menghadapi tembakau disarankan untuk berhenti secara total, paling tidak harus menguranginya sesuai daya tahan tubuh anda.
Manfaat Lain
Selanjutnya beredar pula kabar angin yang sengaja dihembuskan oleh para pecandu rokok, dan semoga cerita tersebut tidak mengurangi nilai kewaspadaan kita dari dampak yang tidak kita inginkan. Konon bahwa manfaat merokok meliputi hal-hal berikut :
(1). Seeorang yang sedang merokok tidak akan digigit anjing, karena anjing takut api.
(2). Rumah seorang perokok selalu aman dari bahaya kemalingan, karena dari luar rumah selalu terdengar orang yang sedang batuk-batuk.

Hubungan Rokok dan (maaf) Payudara.

Salah satu sumber menuturkan, bahwa; kebiasaan merokok sangat berhubungan erat terhadap habit seorang ibu. Dalam hal ini ibu yang lebih mengutamakan penampilan fisik pada umumnya memiliki kecenderungan memperpendek masa penyapihan seorang anak demi menjaga pencitraan dan penampilan (sensualitas) payudara agar selalu disayang suami. Pada waktu yang bersamaan anakpun terpaksa hanya menerima jatah dari susu seekor sapi sebagai kompensasi.

Anjuran ahli kesehatan menekankan agar masa penyapihan (berhenti menyusui) bagi seorang anak dianjurkan setelah berusia 2 tahun. Pada umumnya anak-anak yang kekurangan masa menyusu, pada usia tertentu akan mencari kompensasi dengan sesuatu yang di isap-isap (kenyot), maka kebanyakan diantara mereka menempuh jalan untuk merokok.
-*dari berbagai sumber*-
Read More

Jumat, 11 Februari 2011

Jamu Gendhong

Jamu gendong adalah fenomena yang sangat terkenal di Indonesia. Tetapi, dokumen tertulis tentangnya sangat jarang. Pada 1998, 20 penjual jamu gendong di Surabaya diwawancara dan diobservasi untuk memahami bagaimana mereka menyiapkan resep, menggunakan bahan baku, dan membuat jamu gendong.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penjual jamu itu mempunyai pengetahuan yang serupa tentang penggunaan jamu gendong. Bahan-bahan yang digunakan juga mirip. Perbedaannya hanya pada penggunaan bahan tambahan.
Resep jamu gendong umumnya ada 8 macam, yaitu Beras Kencur, Kunyit Asem, Sinom, Cabe Puyang, Pahitan, Kunci Suruh, Kudu Laos, dan Uyup-uyup.
Ada dua cara dalam membuat jamu gendong. Pertama dengan merebus semua bahan. Kedua dengan memeras sari yang ada kemudian mencampurnya dengan air matang. 
Pendahuluan
Penjaja jamu gendong jumlahnya semakin tinggi dari tahun ke tahun. Data di Departemen Kesehatan RI menunjukkan peningkatan tersebut, yaitu 13.128 pada 1989, menjadi 25.077 pada 1995. Demikian pula angka untuk Jawa Timur yang menunjukkan jumlah 3.306 pada 1995, yaitu menduduki urutan jumlah terbanyak ketiga setelah Jawa Tengah dan Jawa Barat. Angka tersebut diyakini masih belum mencakup jumlah keseluruhan penjaja jamu gendong mengingat mobilitas mereka yang sangat tinggi.
Melihat jumlah yang terus meningkat tersebut, dapat diperkirakan bahwa pemanfaatan jamu gendong masih tinggi. Masyarakat masih berminat untuk mengkonsumsi jamu gendong sebagai salah satu upaya untuk perawatan kesehatan. Pembelian jamu gendong biasanya berdasar kebiasaan turun-menurun. Secara umum, sudah diketahui manfaat jamu gendong, namun secara tertulis belum banyak yang mengidentifisir khasiat dan manfaat dari sudut pandang penjaja. Di samping itu, diperkirakan resep jamu gendong bervariasi sedangkan pencatatan atau dokumentasi tentang resep jamu gendong tidak banyak dilakukan sehingga sulit diperoleh gambaran secara pasti.
Untuk menjawab ketidaklengkapan informasi tertulis tersebut maka dilakukan suatu penelitian yang mengidentifikasi cara pengolahan, khasiat, dan bahan baku yang digunakan dalam pembuatan jamu gendong. Dengan temuan tersebut diharapkan akan memperkaya pengetahuan tentang jamu gendong sebagai salah satu upaya pelestarian pengobatan tradisional khas Indonesia. Di samping itu, pemanfaatan jamu gendong lebih banyak sebagai upaya promotif dan preventif kesehatan yang sangat sesuai dengan paradigma sehat sehingga pengetahuan tentang jamu gendong menjadi penting.
Bahan dan Cara
Penelitian ini dilakukan pada 1998 di wilayah Kotamadya Surabaya dengan mengambil sampel 20 penjaja jamu gendong yang tersebar di 5 wilayah kerja Puskesmas. Pemilihan daerah didasarkan pada lokasi yang banyak berdomisili penjaja jamu gendong. Terpilih wilayah kerja Puskesmas Kalirungkut, Tembok Dukuh, Krembangan, Tambaksari, dan Jagir. Dipilih wanita penjaja jamu gendong yang mengolah sendiri jamu yang dijajakan serta telah berprofesi sebagai penjaja jamu minimal 2 tahun. Dilakukan wawancara untuk mengetahui pendapat mereka tentang khasiat jamu gendong selain mengetahui cara pengolahan jamu dan bahan baku yang dipakai. Selain itu, dilakukan pengamatan terhadap pembuatan jamu gendong di tempat tinggal mereka.
Hasil Penelitian
  1. Jenis Jamu yang Dijual Penjualan jenis dan jumlah jamu gendong sangat bervariasi untuk setiap penjaja. Hal tersebut tergantung pada kebiasaan yang mereka pelajari dari pengalaman tentang jamu apa yang diminati serta pesanan yang diminta oleh pelanggan. Setiap hari jumlah dan jenis jamu yang dijajakan tidak selalu sama, tergantung kebiasaan dan kebutuhan konsumen. Setelah dilakukan pendataan, diperoleh informasi bahwa jenis jamu yang dijual oleh responden dalam penelitian ini ada delapan, yaitu beras kencur, cabe puyang, kudu laos, kunci suruh, uyup-uyup/gepyokan, kunir asam, pahitan, dan sinom.
    Dari data yang diperoleh, ternyata hampir semua penjual jamu menyediakan seluruh jenis jamu ini meskipun jumlah yang dibawa berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan konsumen. Masing-masing jenis jamu disajikan untuk diminum tunggal atau dicampur satu jenis jamu dengan jenis yang lain. Beberapa di antara responden, selain menyediakan jamu gendong juga menyediakan jamu serbuk atau pil hasil produksi industri jamu. Jamu tersebut diminum dengan cara diseduh air panas, terkadang dicampur jeruk nipis, madu, kuning telor, dan selanjutnya minum jamu sinom atau kunir asam sebagai penyegar rasa.
  2. Khasiat, Bahan Baku, dan cara Pengolahan Jamu gendong pada umumnya digunakan untuk maksud menjaga kesehatan. Orang membeli jamu gendong seringkali karena kebiasaan mengkonsumsi sebagai minuman kesehatan yang dikonsumsi sehari-hari. Namun demikian, dicoba digali kepada penjual dan pembuat jamu tentang khasiat yang dapat diperoleh dengan minum jamu gendong. Di samping itu, ditanyakan pula tentang bahan baku yang digunakan serta cara pembuatan/pengolahan.
Jamu Beras Kencur
Jamu beras kencur dikatakan oleh sebagian besar penjual jamu sebagai jamu yang dapat menghilangkan pegal-pegal pada tubuh. Dengan membiasakan minum jamu beras kencur, tubuh akan terhindar dari pegal-pegal dan linu yang biasa timbul bila bekerja terlalu payah. Selain itu, banyak pula yang berpendapat bahwa jamu beras kencur dapat merangsang nafsu makan, sehingga selera makan meningkat dan tubuh menjadi lebih sehat.
Dalam pembuatan jamu beras kencur, terdapat beberapa variasi bahan yang digunakan, namun terdapat dua bahan dasar pokok yang selalu dipakai, yaitu beras dan kencur. Kedua bahan ini sesuai dengan nama jamu, dan jamu ini selalu ada meskipun komposisinya tidak selalu sama di antara penjual jamu. Bahan-bahan lain yang biasa dicampurkan ke dalam racikan jamu beras kencur adalah biji kedawung, rimpang jahe, biji kapulogo, buah asam, kunci, kayu keningar, kunir, jeruk nipis, dan buah pala. Sebagai pemanis digunakan gula merah dicampur gula putih dan seringkali mereka juga mencampurkan gula buatan.
Cara pengolahan pada umumnya tidak jauh berbeda, yaitu direbus dan dibiarkan sampai dingin, kemudian disediakan sesuai kebutuhan. Mula-mula beras disangan, selanjutnya ditumbuk sampai halus. Bahan-bahan lain sesuai dengan komposisi racikan ditumbuk menggunakan lumpang dan alu besi atau batu. Kedua bahan ini kemudian dicampur, diperas, dan disaring dengan saringan atau diperas melalui kain pembungkus bahan. Sari perasan bahan dicampurkan ke dalam air matang yang sudah tersedia, diaduk rata. Selanjutnya dimasukkan ke dalam botol-botol.
Jamu Kunir Asam
Jamu Kunir asam dikatakan oleh sebagian besar penjual jamu sebagai jamu 'adem-ademan atau seger-segeran' yang dapat diartikan sebagai jamu untuk menyegarkan tubuh atau dapat membuat tubuh menjadi dingin. Ada pula yang mengatakan bermanfaat untuk menghindarkan dari panas dalam atau sariawan, serta membuat perut menjadi dingin. Seorang penjual jamu mengatakan bahwa jamu jenis ini baik dikonsumsi oleh ibu yang sedang hamil muda dan dapat menyuburkan kandungan. Ada pula penjual jamu yang menganjurkan minum jamu kunir asam untuk melancarkan haid.
Penggunaan bahan baku jamu kunir asam pada umumnya tidak jauh berbeda di antara pembuat. Perbedaan terlihat pada komposisi bahan penyusunnya. Jamu dibuat dengan bahan utama buah asam ditambah kunir/kunyit, namun beberapa pembuatnya ada yang mencampur dengan sinom (daun asam muda), temulawak, biji kedawung, dan air perasan buah jeruk nipis. Sebagai pemanis digunakan gula merah dicampur gula putih dan seringkali mereka juga mencampurkan gula buatan, serta dibubuhkan sedikit garam.
Cara pengolahan pada umumnya tidak jauh berbeda antar penjual jamu, yaitu direbus sampai mendidih dan jumlahnya sesuai kebutuhan. Bahan-bahan sesuai dengan komposisi racikan ditumbuk secara kasar menggunakan lumpang dan alu besi atau batu atau diiris tipis-tipis (kunyit), dimasukkan ke dalam air mendidih dan direbus sampai mendidih beberapa saat. Selanjutnya, ditambahkan gula (atau pemanis buatan) sampai diperoleh rasa manis sesuai selera (dicicipi). Rebusan yang diperoleh dibiarkan sampai agak dingin, kemudian disaring dengan saringan. Rebusan yang sudah disaring dibiarkan dalam panci dan selanjutnya dimasukkan ke dalam botol-botol dan siap untuk dijajakan.
Jamu Sinom
Manfaat, bahan penyusun, serta cara pembuatan jamu sinom tidak banyak berbeda dengan jamu kunir asam. Perbedaan hanya terletak pada tambahan bahan sinom. Bahkan, beberapa penjual tidak menambahkan sinom, tetapi dengan cara mengencerkan jamu kunir asam dengan mengurangi jumlah bahan baku yang selanjutnya ditambahkan gula secukupnya.
Jamu Cabe Puyang
Jamu cabe puyang dikatakan oleh sebagian besar penjual jamu sebagai jamu 'pegal linu'. Artinya, untuk menghilangkan cikalen, pegal, dan linu-linu di tubuh, terutama pegal-pegal di pinggang. Namun, ada pula yang mengatakan untuk menghilangkan dan menghindarkan kesemutan, menghilangkan keluhan badan panas dingin atau demam. Seorang penjual mengatakan minuman ini baik diminum oleh ibu yang sedang hamil tua.
Bahan dasar jamu cabe puyang adalah cabe jamu dan puyang. Tambahan bahan baku lain dalam jamu cabe puyang sangat bervariasi, baik jenis maupun jumlahnya. Bahan lain yang ditambahkan antara lain temu ireng, temulawak, jahe, kudu, adas, pulosari, kunir, merica, kedawung, keningar, buah asam, dan kunci. Sebagai pemanis digunakan gula merah dicampur gula putih dan kadangkala mereka juga mencampurkan gula buatan serta dibubuhkan sedikit garam.
Cara pengolahan pada umumnya tidak jauh berbeda, yaitu pertama-tama air direbus sampai mendidih dan dibiarkan sehingga dingin, jumlahnya sesuai dengan kebutuhan. Bahan-bahan sesuai dengan komposisi racikan ditumbuk menggunakan lumpang dan alu besi atau batu. Seluruh bahan ini kemudian diperas melalui saringan ke dalam air matang yang sudah tersedia. Selanjutnya, ramuan yang diperoleh diaduk rata kemudian dimasukkan ke dalam botol-botol.
Jamu Pahitan
Jamu pahitan dimanfaatkan untuk berbagai masalah kesehatan. Penjual jamu memberikan jawaban yang bervariasi tentang manfaat jamu ini, namun utamanya adalah untuk gatal-gatal dan kencing manis. Penjual yang lain mengatakan manfaatnya untuk 'cuci darah', kurang nafsu makan, menghilangkan bau badan, menurunkan kolesterol, perut kembung/sebah, jerawat, pegal, dan pusing.
Khusus untuk jamu pahitan, ternyata tidak semua pembuat jamu mampu meracik sendiri bahan-bahannya. Enam orang mengatakan membeli racikan jamu pahitan dan pada umumnya dibeli di tempat asalnya, yaitu dari peracik jamu di Solo. Bahan baku dasar dari jamu pahitan adalah sambiloto. Racikan pahitan sangat bervariasi, ada yang hanya terdiri dari sambiloto, tetapi ada pula yang menambahkan bahan-bahan lain yang rasanya juga pahit seperti brotowali, widoro laut, doro putih, dan babakan pule. Ada pula yang mencampurkan bahan lain seperti adas dan atau empon-empon (bahan rimpang yang dipergunakan dalam bumbu masakan).
Pembuatan jamu pahitan adalah dengan merebus semua bahan ke dalam air sampai air rebusan menjadi tersisa sekitar separuhnya. Cara ini dimaksudkan agar semua zat berkhasiat yang terkandung dalam bahan dapat larut ke dalam air rebusan. Sebagai hasil akhirnya, diperoleh rebusan dengan rasa sangat pahit. Khusus jamu pahitan, tidak diberikan gula atau bahan pemanis lain. Sebagai penawar rasa pahit, konsumen minum jamu gendong lain yang mempunyai rasa manis dan segar seperti sinom atau kunir asam.
Jamu Kunci Suruh
Jamu kunci suruh dimanfaatkan oleh wanita, terutama ibu-ibu untuk mengobati keluhan keputihan (fluor albus). Sedangkan manfaat lain yaitu untuk merapatkan bagian intim wanita (vagina), menghilangkan bau badan, mengecilkan rahim dan perut, serta dikatakan dapat menguatkan gigi.
Bahan baku jamu ini sesuai dengan namanya, yaitu rimpang kunci dan daun sirih. Biasanya selalu ditambahkan buah asam yang masak. Beberapa penjual jamu menambahkan bahan-bahan lain yang biasa digunakan dalam ramuan jamu keputihan atau jamu sari rapat seperti buah delima, buah pinang, kunci pepet, dan majakan. Dalam penelitian ini, ditemukan bahan lain yang ditambahkan, yaitu jambe, manis jangan, kayu legi, beluntas, dan kencur. Sebagai pemanis digunakan gula pasir, gula merah, dan dibubuhkan sedikit garam.
Cara pengolahan pada umumnya tidak jauh berbeda antar penjual jamu, yaitu air direbus sampai mendidih sesuai dengan kebutuhan. Bahan-bahan sesuai dengan komposisi racikan ditumbuk secara kasar menggunakan lumpang dan alu besi atau batu atau diiris tipis-tipis (kunyit), diperas, disaring, dan dimasukkan ke dalam air matang yang sudah didinginkan. Selanjutnya, ditambahkan gula sesuai kebutuhan, sampai diperoleh rasa manis sesuai selera dengan cara dicicipi. Ramuan selanjutnya dimasukkan ke dalam botol-botol dan siap untuk dijajakan.
Jamu Kudu Laos
Menurut sebagian besar penjual jamu, khasiat jamu kudu laos adalah untuk menurunkan tekanan darah. Tetapi, ada pula yang mengatakan untuk melancarkan peredaran darah, menghangatkan badan, membuat perut terasa nyaman, menambah nafsu makan, melancarkan haid, dan menyegarkan badan. Bahan baku jamu kudu laos adalah buah mengkudu masak ditambah rimpang laos dan biasanya ditambahkan buah asam masak (asam kawak). Sedangkan bahan tambahan lain yang ditemukan dalam penelitian ini adalah merica, bawang putih, kedawung, jeruk nipis, bahkan ada yang menambahkan tape singkong. Sebagai pemanis digunakan gula merah dan gula putih, ditambahkan sedikit garam.
Cara pengolahan pada umumnya tidak jauh berbeda antar penjual jamu yaitu pertama-tama air direbus sampai mendidih sejumlah sesuai kebutuhan. Bahan-bahan sesuai dengan komposisi racikan ditumbuk secara kasar menggunakan lumpang dan alu besi atau batu kemudian diperas dan disaring dimasukkan ke dalam air matang yang sudah dingin. Selanjutnya ditambahkan gula sampai diperoleh rasa manis sesuai selera (dicicipi). Ramuan selanjutnya dimasukkan ke dalam botol-botol dan siap untuk dijajakan.
Jamu Uyup-uyup/Gepyokan
Jamu uyup-uyup atau gepyokan adalah jamu yang digunakan untuk meningkatkan produksi air susu ibu pada ibu yang sedang menyusui. Hanya seorang penjual jamu yang mengatakan bahwa ada khasiat lain, yaitu untuk menghilangkan bau badan yang kurang sedap, baik pada ibu maupun anak dan 'mendinginkan' perut.
Bahan baku jamu uyup-uyup sangat bervariasi antar pembuat jamu, namun pada umumnya selalu menggunakan bahan empon-empon yang terdiri dari kencur, jahe, bangle, laos, kunir, temulawak, puyang, dan temugiring. Cara pengolahan pada umumnya tidak jauh berbeda antar penjual jamu, yaitu semua bahan dicuci bersih tanpa dikupas, selanjutnya empon-empon dirajang (diiris tipis) ditambah bahan-bahan lain dan ditumbuk kasar, lalu diperas serta disaring. Perasan dimasukkan ke dalam air matang yang sudah dingin. Selanjutnya ditambahkan gula (atau pemanis buatan) sampai diperoleh rasa manis sesuai selera (dicicipi). Ramuan selanjutnya dimasukkan ke dalam botol-botol dan siap untuk diperjual belikan.
Pembahasan
Dalam pembuatan jamu gendong, tampaknya tidak ada perbedaan bahan baku pokok untuk setiap jenis jamu. Hal ini dapat terjadi mungkin karena pengetahuan resep jamu gendong yang mereka peroleh dari sumber yang berasal dari satu daerah yang sama. Cara perolehan pengetahuan dengan cara magang di pembuat jamu, yaitu dengan melihat atau membantu pekerjaan mereka membuat komposisi resep. Resep yang dibuat tidak sama antar pembuat jamu. Ketidaksamaan dimungkinkan karena cara mereka membuat jamu tanpa takaran standar, hanya dengan perkiraan sehingga terjadi perbedaan dalam setiap pembuatan jamu. Di samping itu, kadar kandungan zat berkhasiat yang berbeda-beda untuk setiap kali pembelian bahan baku akan mempengaruhi pula hasil olahan jamu.
Dalam penggunaan bahan baku sebagai bahan pokok tampaknya sesuai dengan khasiat yang dikenal. Seperti: kudu laos menggunakan buah kudu yang mempunyai khasiat sebagai penurun tekanan darah tinggi, beras kencur memberikan tambahan vitamin B dan kencur yang bermanfaat sebagai analgesik. Bahan-bahan yang digunakan berkhasiat antara lain untuk memperbaiki pencernaan makanan sehingga meningkatkan nafsu makan (temulawak, kunyit) serta menghilangkan nyeri dan pegal (jahe, kencur,puyang). Sedangkan daun-daunan yang digunakan seperti katuk, bermanfaat untuk meningkatkan air susu ibu. Manfaat dari tanaman obat tersebut memang dibutuhkan oleh ibu yang menyusui, yang biasanya dalam keadaan cukup letih dan lelah karena harus mengasuh bayinya. Namun, beberapa penjual memberikan tambahan bahan jamu yang khasiatnya tidak sesuai dengan nama jamu, misalnya menambahkan adas, buah kudu, pulosari dalam jamu cabe puyang, kencur dalam jamu kunci suruh, dll.
Pengolahan jamu secara umum dapat dibedakan menjadi dua macam. Pertama dengan merebus seluruh bahan dan kedua dengan cara mengambil/memeras sari yang terkandung dalam jamu, kemudian dituangkan ke dalam air matang. Cara-cara tersebut dilakukan mengikuti cara yang dilakukan pendahulunya yang dilakukan secara sederhana dan tradisional. Perbedaan yang ada kemungkinan hanya pada peralatan yang digunakan. Misalnya, dahulu lebih banyak menggunakan pipisan batu sekarang lebih disukai dengan ditumbuk bahkan ada yang menggunakan alat listrik (blender). Alat untuk merebus dahulu banyak menggunakan 'kendil' yang terbuat dari tanah liat kini berganti dengan panci email.
Di samping bahan pokok, terdapat variasi bahan baku yang merupakan bahan tambahan yang dimaksudkan untuk memperbaiki warna, rasa, maupun khasiat. Variasi ini memberikan perbedaan rasa dan khasiat jamu yang menjadi andalan dari masing-masing pembuat jamu. Upaya tersebut mereka lakukan untuk memenuhi selera konsumen berdasarkan pengalaman mereka sehari-hari dalam menjajakan jamu.
Sebagai pemanis rasa jamu, pada umumnya digunakan gula merah dan atau gula pasir, tetapi ada pula yang menambahkan gula obat (saccharin). Tindakan tersebut dilakukan kemungkinan untuk menekan harga mengingat cukup mahalnya harga gula sedangkan untuk menaikkan harga jual jamu akan mempengaruhi kemampuan beli konsumen atau adanya keinginan dari pembuat jamu gendong agar mendapatkan keuntungan yang lebih besar.
Hasil penelitian menunjukkan tidak banyak perbedaan pengetahuan pada pembuat jamu tentang manfaat dari setiap jenis jamu. Hal ini menunjukkan keseragaman pengetahuan yang diperoleh dari sumber yang berasal dari daerah yang sama, ditambah lagi rata-rata mereka hanya mendapat pengetahuan secara lisan tanpa berusaha untuk menambah pengetahuan dari sumber lain.
Kesimpulan dan Saran
Dari hasil penelitian ini, disimpulkan bahwa:
  • Dikenal 8 jenis jamu gendong, yaitu beras kencur, kunir asam, sinom, cabe puyang, pahitan, kunci suruh, kudu laos, dan uyup-uyup/gepyokan.
  • Dalam pembuatan jamu gendong, tampaknya tidak ada perbedaan bahan baku pokok untuk setiap jenis jamu, hanya komposisi yang berbeda dan variasi dari bahan yang bersifat sebagai tambahan serta pada umumnya tidak menggunakan takaran standar.
  • Terdapat kesamaan pengetahuan pada pembuat jamu tentang manfaat dari setiap jenis jamu.
  • Pengolahan jamu dengan cara sederhana dan tradisional. Pengolahan jamu secara umum dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu dengan merebus seluruh bahan atau dengan cara mengambil/memeras sari yang terkandung dalam jamu kemudian dicampur dengan air matang.
  • Mengingat jamu gendong dikonsumsi secara luas oleh masyarakat, perlu peningkatan mutu. Untuk itu, disarankan agar dalam pembuatan jamu gendong menggunakan takaran standar, tidak hanya dengan perkiraan komposisi. Dengan perlakuan secara standar, akan menghasilkan jamu gendong terstandar pula sehingga jamu yang diedarkan kepada masyarakat mempunyai ciri khas untuk setiap penjual jamu, baik rasa maupun khasiat. 
Contoh Bahan Penyusun Resep Jamu Gendong dan Khasiat Menurut Penjual Jamu

Jamu Beras Kencur
No. Khasiat Bahan yang digunakan
01. Pegal/kelelahan cabe, kencur, kunci, asam, kedawung, jahe, kapulogo, gula
02. Payah/pegal beras, kencur, kedawung, jahe, asam kawak, gula
03. Pegal, nafsu makan beras, kencur, gula, asam kawak
04. Meningkatkan nafsu makan beras, jahe, asam, gula merah/putih, kedawung, kencur
05. Pegal, linu-linu kencur, asam, kedawung, gula, jeruk nipis
06. Pegel linu beras, kencur, kunci, ke dawung, gula, asam
07. Meningkatkan nafsu makan beras, kencur, jahe, gula kunir, keningar, asam, kedawung, pandan, sereh, daun jeruk purut
08. Menambah nafsu makan, pegal-pegal kencur, jahe, asam, gula merah, jeruk nipis, keda wung, keningar
09. Pegal, nafsu makan beras, jahe, kencur, kapulogo, cengkeh, pala
10. Pegal-pegal kencur, kedawung, gula merah, asam, jeruk nipis garam, jahe, beras (disangan)

Jamu Kunir Asam
No. Khasiat Bahan baku
01. Segar, adem-ademan kunir, asam kawak, temulawak, gula
02. Untuk perut, adem-ademan kunir (banyak), asam kawak, gula merah
03. Adem-ademan, sariawan kunir, asam kawak, gula
04. Perut dingin kunir, asam kawak, gula
05. Penyegar badan, sariawan kunir, asam kawak, gula
06. Seger-segeran, sariawan kunir, asam kawak, gula
07. Panas dalam kunir, asam kawak, gula
08. Panas dalam kunir, sinom, asam kawak, jeruk nipis, gula
09. Seger-segeran kunir, asam kawak, jeruk nipis, gula merah
10. Adem-ademam, sariawan kunir, kedawung, asam kawak, gula
11. Untuk melancarkan haid kunir, asam kawak, gula merah gula obat
12. Perawatan hamil muda kunir, asam kawak, gula merah menyuburkan kandungan

Jamu Sinom
No. Khasiat Bahan baku
01. Segar badan kunir, asam kawak, gula
02. Sariawan temulawak, kunir, sinom, asam kawak, jeruk nipis
03. Adem-ademan, sariawan kunir, asam kawak, sinom, jeruk nipis
04. Seger-segeran asam kawak, kunir
05. Minuman segar kunir (sedikit), asam kawak, gula
06. Penyegar kunir, asam kawak, gula, jeruk nipis
07. Seger-segeran, menyuburkan kandungan sinom, kunir, asem, jeruk nipis
08. Adem-ademan, sariwan kunir, asem, sinom, jeruk nipis, gula
09. Seger-segeran sinom, jeruk nipis, gula merah/putih, kunir,asem
10. Untuk penyegar badan kunir, gula merah, asem dan gula obat
11. Mendinginkan perut kunir, asem, gula putih, obat gula

Jamu Cabe Puyang
No. Khasiat Bahan baku
01. Pegal di pinggang cabe, puyang, kudu, adas, gula, asam kawak
02. Kaki mudah payah cikalen cabe, puyang, gula, asam
03. Pegal, linu cabe, puyang, asem, gula
04. Cikalen cabe, puyang, jahe, merica, kunci
05. Pegal, linu cabe, puyang, kedawung, gula, asam kawak
06. Kesemutan cabe, puyang, gula, asam
07. Pegal, adem panas cabe, puyang, kunir, temu ireng, temulawak
08. Pegal-pegal, ampas untuk 'bobok' cabe, puyang, jahe, kunir, adas pulosari
09. Pegal-pegal cabe, puyang, merica, gula merah/putih, empon-empon
10. Pegal-pegal kedawung, keningar, cabe, puyang, kunir, jahe
11. Pegal-pegal, menyehatkan badan cabe, kedawung, puyang gula merah, garam
12. Badan meriang cabe, puyang, kunir, asem, jahe
13. Hamil tua, pegal-pegal cabe, puyang, beras, kunir, gula merah

Jamu Pahitan
No. Khasiat Bahan baku
01. Gatal-gatal pule, kedawung, widoro laut, sambiloto, adas
02. Gatal-gatal, kencing manis sambiloto, pule, widoro putih
03. Kurang nafsu makan racikan bungkusan (beli)
04. Gatal, kencing manis sambiloto, empon-empon komplit**
05. Gatal-gatal, nafsu makan sambiloto
06. Gatal-gatal, bau badan tidak enak brotowali+sambiloto (ramuan jadi dari Solo)
07. Kembung, pegel beli di Solo (ramuan)
08. Cuci darah ramuan + imbo, sambiloto
09. Menurunkan kholesterol, cuci darah sambiloto, brotowali
10. Bau badan, gatal-gatal sambiloto
11. Gatal-gatal, perut sebah sambiloto
12. Gatal-gatal babakan pule, sambiloto brotowali (beli bahan bungkusan)
13. Kencing manis, gatal-gatal jerawat sambiloto, brotowali, babakan pule

Jamu Kunci Suruh
No. Khasiat Bahan baku
01. Sari Rapat, keputihan kunci, sirih, gula, asam kawak
02. Keputihan kunci, sirih, gula, asam kawak
03. Mengencangkanperut, keputihan kunci, sirih, kencur, jahe
04. Bau keringat, keputihan kunci, sirih, gula, asam kawak
05. Galian rapet, keputihan, menghilangkan bau rahim, darah merah/putih kunci, suruh, pinang, temulawak, delima, kencur
06. Bau badan, keputihan kunci, suruh, jambe, kunci pepet, kayu legi, manis jangan, delima
07. Keputihan suruh, kunci, gula, asam kawak
08. Keputihan kunci, majakan, suruh, asam
09. Supaya keringat tidak berbau, keputihan kunci, suruh, kunir
10. Keputihan, merapatkan rahim kunci, suruh, gula merah, asam kawak
11. Keputihan, menghilangkan bau badan kunci, suruh, beluntas
12. Keputihan, awet muda, menguatkan gigi kunir, kunci, suruh, majakan, gula merah

Jamu Kudu Laos
No. Khasiat Bahan baku
01. Menurunkan tekanan darah kudu, laos, gula, asam kawak
02. Menurunkan tekanan darah tinggi, melancarkan darah kudu, laos, gula, asam kawak
04. Memperlancar peredaran darah kudu, laos, gula, asam kawak
05. Menambah nafsu makan kudu, merica/lada, laos, asam kawak, gula, kedawung
06. Supaya badan segar laos, kudu, bawang putih, merica, gula, asam kawak
07. Enak perut, nafsu makan, terlambat bulan laos, merica, kudu, asam kawak, gula merah
08. Menghangatkan badan kudu, laos, gula merah, asam kawak, jeruk nipis
09. Menambah nafsu makan kudu, laos, kedawung, asam kawak, gula merah, merica
10. Penambah nafsu makan, supaya badan hangat kudu, laos, bawang putih, merico, tape singkong
Jamu Uyup-uyup/Gepyokan
No. Khasiat Bahan baku
01. Melancarkan ASI beluntas, temulawak, katu, asem, gula
02. Melancarkan ASI (air susu ibu) empon-empon komplit**, beluntas, suruh,daun katu, gula, asem, jeruk nipis
03. Melancarkan ASI beluntas, puyang, krokot, lampes, sinom, suruh, temulawak, gula, asem, jeruk nipis
04. Melancarkan ASI empon-empon komplit**, beluntas, sembukan, jambu
05. Melancarkan ASI katu, landep, suruh, lampes, empon-empon, gula, asem
06. Melancarkan ASI, menghilangkan bau badan (anak & ibu) katu, temuireng, temula wak, kunir, kunci
07. Melancarkan ASI daun-daunan beli di pasar, empon-empon komplit**, gula, asem
08. Melancarkan ASI kunir, asam kawak, beluntas, simbukan, kedawung, gula merah
09. Melancarkan ASI kunir, puyang, daun pepaya, temuireng, sembukan, beluntas, jambu, jarak
10. Melancarkan ASI, mendinginkan perut kawak kunir, beluntas, beras, gula merah, asem
Read More

Keikutsertaan PMI mencegah Pandemi Flu Burung

Kampanye menghadapi Pandemi Flu Burung Sejak virus flu burung tipe H5N1 menyerang manusia tahun 1997 di Hong Kong, penyebaran virus begitu cepat dan korban pun berjatuhan. Data per 1 November 2005 menunjukkan Indonesia berada di urutan kedua setelah Vietnam sebagai negara yang memiliki jumlah terbesar pasien yang diduga terinfeksi flu burung di dunia. Sebagai organisasi kemanusiaan yang peduli terhadap kesehatan masyarakat, PMI turut serta membantu Pemerintah menanggulangi flu burung. Lima hari setelah flu burung dinyatakan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) di Indonesia, pada 24 September 2005, Ketua Umum PMI mencanangkan keikutsertaan PMI dengan melancarkan strategi public awareness, strategi pencegahan penularan oleh unggas, dan membantu dalam strategi surveillance.



Strategi PMI

1. Public awareness

Peningkatan penyadaran masyarakat menggunakan metode KIE (Komunikasi, Informasi, Edukasi) dengan menyebarkan leaflet, kunjungan door to door, dan membuat dialog interaktif untuk masyarakat yang dilakukan oleh relawan PMI. Beberapa kelompok sasaran kampanye: peternak sektor 4 (keluarga yang memelihara unggas di rumah), ibu rumah tangga dan anak-anak, serta tempat layanan umum dengan tingkat sanitasi minim (seperti terminal atau pasar tradisional). Aktivitas utama dari kampanye ini adalah pembentukan satgas di Daerah dan Cabang, termasuk pelatihan bagi relawan, hingga penyuluhan ke kelompok sasaran. Kegiatan tersebut sudah dijalankan di 12 provinsi, yaitu Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat (khususnya Jabodetabek), Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, Bali, Lampung, Jambi, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, dan Kalimantan Timur.



2. Bio security

Penyemprotan desinfektan Virkon di kandang unggas untuk mencegah penularan virus dari unggas ke unggas. Kegiatan sudah dilakukan di Jabodetabek dan Sulawesi Selatan, tanpa menutup kemungkinan akan dilakukan juga di daerah lain.



3. Kegiatan surveillance berbasis masyarakat

Langkah antisipatif menyebarnya flu burung dilakukan dengan membantu memantau perkembangan penyebaran virus. Jika mengetahui terjadinya kematian unggas yang mencurigakan, relawan PMI akan melaporkannya kepada Dinas terkait untuk koordinasi tindakan selanjutnya. Aktivitas dari langkah ini mencakup pelatihan untuk relawan desa, koordinator kecamatan, koordinasi dengan PDS/PDR di lapangan, dan penyusunan Rencana Tanggap Darurat Flu Burung untuk tingkat desa.
Read More

Keikutsertaan PMI Dalam Bidang HIV & AIDS

Palang Merah Indonesia atau PMI merupakan organisasi kemanusiaan lingkup nasional dengan 33 Cabang di Seluruh Indonesia. Di akhir tahun 1994, PMI bergabung dengan Gugus Tugas HIV Palang Merah Bulan Sabit Merah Asia/ Asian Red Cross and Red Crescent HIV Task Force (ART) bersama dengan anggota Perhimpunan Nasional lain. Dalam ART, PMI memulai program Pendidikan Remaja Sebaya sebagai titik awal partisipasi dalam usaha mencegah penyebaran HIV antar kelompok-kelompok remaja. Sejak tahun 2000 PMI telah meluaskan program ke cabang-cabang yang dinilai memiliki kapasitas dan kemampuan untuk menerapkan program tersebut. Secara bertahap, PMI meningkatkan program intervensi HIV & AIDS sebagai tindak lanjut Deklarasi Jenewa (2001).

Kasus HIV & AIDS saat ini sudah menjadi pandemie di Indonesia. Sejak kasus pertama dilaporkan pada tahun 1987, saat ini Indonesia sudah menjadi negara urutan ke 5 di Asia paling berisiko HIV & AIDS. Para pakar memperkirakan jumlah kasus HIV & AIDS sudah mencapai 130.000 orang, sehingga tidak bisa dihindari lagi bagi Indonesia untuk menerapkan kesepakatan tingkat Internasional yang diikuti kebijakan nasional.

Kebijakan PMI dalam Penanggulangan HIV & AIDS di Indonesia

Berpartisipasi aktif dalam penanggulangan HIV & AIDS melalui tiga pendekatan yakni pencegahan, perawatan & dukungan terhadap Odha, anti stigma & diskriminasi terhadap Odha, serta berupaya melibatkan Odha pada tiap tahapan kegiatan. Berupaya untuk mengembangkan jaringan kerja dengan instansi dan lembaga terkait yang juga terlibat dalam program penanggulangan HIV & AIDS, termasuk dengan jaringan Odha.

Jenis-Jenis kegiatan HIV sesuai dengan kebijakan PMI adalah sebagai Berikut :

Pencegahan


1). Pendidikan Sebaya dan Mobilisasi Masyarakat; 2). Pendistribusian KIE untuk kelompok rentan sasaran program; 3). Rujukan untuk Konseling dan Tes Sukarela/ Volunteer Counselling and Testing (VCT); 4). Keterampilan personal, termasuk penggunaan kondom bagi meraka yang melakukan aktivitas bersiko penularan HIV dan IMS.

Perawatan dan Dukungan


1). Membantu memberikan rujukan untuk mendapatkan pengobatan, dukungan dan perawatan bagi Odha khususnya di rumah; 2). Membuat kelompok dukungan dan jejaring dalam masyarakat atau memperkuat kelompok yang sudah ada; 3). Mengembangkan kelompok dukungan masyarakat dan jejaring Odha dan kemitraan dengan organisasi Odha.

Anti stigma dan Diskriminasi terhadap Odha


1). Memastikan bahwa PMI memiliki kebijakan HIV lingkungan kerja dan program HIV untuk semua staf dan relawan; 2). Mengintegrasikan isu kesetaraan gender dan kekerasan seksual berbasis gender dalam program / kegiatan PMI; 3) Pendidikan sebaya, mobilisasi masyarakat dan KIE berbasis masyarakat.

Sejauh ini PMI telah banyak mendapatkan dukungan dari Palang Merah Belanda, Palang Merah Jepang dan Palang Merah Australia serta IFRC. Di samping itu, beberapa PMI Daerah/ Cabang juga menerima bantuan langsung dari lembaga donor lain seperti UNFPA, FHI/ASA dan Komisi AIDS Propinsi serta Pemerintah Daerah.

Untuk Informasi lebih lanjut dapat menghubungi : Exkuwin Suharyanto, Kepala Sub. Bidang Program HIV & AIDS, Markas Pusat PMI, Telp. 021-799 2325 Ext. 204, Rachel Arini Judhistari, Staf Bidang Program HIV & AIDS Markas Pusat PMI, HP. 0812 954 1785, Editor Buletin HIV & AIDS, Markas Pusat PMI, We Care, Anggun Permana Sidiq, Telp. 021-799 2325 Ext. 201
Read More

Air dan Sanitasi untuk Masyarakat Rentan


Sesuai dengan kebijakan Palang Merah indonesia 1999-2004 dan merujuk pada Stragegy IFRC 2010, bahwa program kesehatan PMI Membantu masyarakat kelompok rentan untuk mempromosikan kesehatan masyarakat melalui peningkatan kebersihan diri dan fasilitas air bersih dan sanitasi; menjadikannya sebagai program terpadu dengan pemberdayaan masyarakat di bidang pertolongan pertama, penanganan bencana, dan pengembangan program “watsan” untuk masyarakat kelompok rentan yang mengalami kesulitan akses air bersih dan masyarakat di tempat pengungsian karena bencana atau konflik.
Sejak tahun 1999 PMI telah berpengalaman mengembangkan program air dan sanitasi sebagai bagian dari program Pertolongan Pertama Berbasis Masyarakat (PPBM). Pada tahun 2002, untuk mengoptimalisasi  pemberdayaan masyarakat, PMI telah mengadopsi pendekatan  Participatory Hygiene and Sanitation Transformation (PHAST).

Pada tahun 2005, selama operasi tsunami, PMI mendapat kesempatan untuk mengoperasikan ERU WatSan  dari berbagai perhimpunan nasional, seperti; PM Spanyol, PM Perancis, PM Jerman, PM Austria, dan PM Macedonia. Setelah operasi tsunami selesai, kebanyakan peralatan ERU WatSan tersebut diserahterimakan kepada PMI, Bahkan peran serta PMI di bidang air dan sanitasi bertambah. PMI melakukan  restrukturisasi organisasinya pada bulan Maret 2006 dan Sub Divisi WatSan telah dibentuk.
Aksi nyata yang dilakukan, pada tahun 2001 PMI telah mengembangankan program PPBM-PHAST dimulai di Tarakan Kalimantan Timur untuk masayarakat pantai yang kesulitan air bersih dan sanitasi dengan hasil yang cukup memuaskan. Kesuksesan ini PMI melanjutkan dalam mengembangkan didaerah lainnya seperti ; Indaramayu, Singkawang, Muara Enim, Cirebon, Blora, Bantul, Bau-Bau, Gorontalo (kota & kabupaten), Boalemo, bandar lampung, bengkulu selatan, Ogan komering ilir, jambi, pekan baru, serang, cianjur, kota ambon, maluku tengah, NTT, sejumlah kabupaten di Aceh , dan sejumlah kabupaten di Sumut (pasca bencana gempa dan tsunami 2004).
Untuk yang sedang berjalan sampai tahun 2009, PMI sedang mengembangkan program di wilayah Jakarta Selatan, Pasuaruan, Paser (Kaltim), Pohuwato dan Bonebolango(Gorontalo, Bangka, Pangkal Pinang, Aceh Barat, Serang, dan Indramayu.
Read More

Ayo Donor Darah


Salah satu kegiatan PMI yang paling dikenal masyarakat adalah donor darah. Menyumbangkan sebagian darah untuk kemudian disalurkan kepada yang membutuhkan menjadi suatu sumbangan berarti dalam kehidupan sosial bermasyarakat. Tidak membutuhkan persyaratan sulit untuk menjadi calon donor.


Kriteria umum yang ditetapkan PMI adalah antara lain:

-  calon donor harus berusia 17-60 tahun,
-  berat badan minimal 45 kg
-  tekanan darah 100-180 (sistole) dan 60-100 (diastole).
-  Jika berminat, calon donor dapat mengambil dan menandatangani formulir pendaftaran; lalu menjalani pemeriksaan pendahuluan seperti kondisi berat badan, HB, golongan darah; serta dilanjutkan dengan pemeriksaan dokter.
-  Jika lulus, barulah darah dan contoh darah diambil.
-  Namun, harus diingat, demi menjaga kesehatan dan keamanan darah, individu yang antara lain memiliki kondisi seperti alkoholik, penyakit hepatitis, diabetes militus, epilepsi, atau kelompok masyarakat risiko tinggi mendapatkan AIDS serta mengalami sakit seperti demam atau influensa; baru saja dicabut giginya kurang dari tiga hari; pernah menerima transfusi kurang dari setahun; begitu juga untuk yang belum setahun menato, menindik, atau akupunktur; hamil; atau sedang menyusui untuk sementara waktu tidak dapat menjadi donor.

Tunggu apa lagi, ayo ikut jadi donor darah!
Read More

Bahaya dan Manfaat Minuman Bersoda

erikut hal-hal yang kita gunakan untuk memanfaatkan minuman bersoda :
Untuk membersihkan toilet :
Tuangkan sekaleng Coca-Cola ke dalam toilet. Tunggu sejam, kemudian siram sampai bersih. Asam sitric dalam Coca-Cola menghilangkan noda-noda dari keramik.
Untuk membersihkan radiator mobil :
Campur sekaleng Coca-Cola ke dalam radiator. Panaskan mesin 15-30 menit. Dinginkan mesin, setelah itu buang air radiator. Anda akan melihat karat yang rontok bersama
air tersebut.
Untuk menghilangkan titik-titik karat dari bumper chrome mobil :
Gosok bumper dengan gumpalan alumunium foil yang direndam dalam Coca-Cola.
Untuk membersihkan korosi dari terminal aki mobil :
Tuangkan sekaleng Coca-Cola di atas terminal aki untuk membersihkan korosi.
Untuk melonggarkan baut yang berkarat :
Gosokkan kain yang direndam dalam Coca-Cola pada baut yang berkarat.
Untuk menghilangkan noda-noda lemak pada pakaian :
Tuangkan sekaleng Coca-Cola ke dalam tumpukan cucian yang bernoda lemak, tambahkan detergent, dan putar dengan putaran normal. Coca-cola/Pepsi akan menolong menghilangkan noda lemak.
Coca-Cola juga membersihkan kabut pada kaca depan mobil.

Untuk Perhatian Kita

PH rata-rata dari soft drink, a.l. Coca-Cola & Pepsi adalah 3 – 4. Tingkat keasaman ini cukup kuat untuk melarutkan gigi dan tulang! Tubuh kita berhenti menumbuhkan tulang pada usia sekitar 30th. Setelah itu tulang akan larut setiap tahun melalui urine tergantung dari tingkat keasaman makanan yang masuk. Semua Calcium yang larut berkumpul di dalam arteri, urat nadi, kulit, urat daging dan organ, yang mempengaruhi fungsi ginjal dalam membantu pembentukan batu ginjal. Soft drinks tidak punya nilai gizi (dalam hal vitamin dan mineral). Mereka punya kandungan gula lebih tinggi, lebih asam, dan banyak zat aditif seperti pengawet dan pewarna.
Sementara orang suka meminum soft drink dingin setelah makan, coba tebak apa akibatnya? Akibatnya, Tubuh kita mempunyai suhu optimum 370 supaya enzim pencernaan berfungsi. Suhu dari soft drink dingin jauh di bawah 37, terkadang mendekati 0. Hal ini mengurangi keefektivan dari enzim dan memberi tekanan pada sistem pencernaan kita, mencerna lebih sedikit makanan. Bahkan makanan tersebut difermentasi. Makanan yang difermentasi menghasilkan bau, gas, sisa busuk dan racun, yang diserap oleh usus, di edarkan oleh darah ke seluruh tubuh. Penyebaran racun ini mengakibatkan pembentukan macam-macam penyakit.
Faktanya, ada sebuah kompetisi di Universitas Delhi : Siapa dapat minum Coca-Cola paling banyak?? Pemenangnya meminum 8 botol dan mati seketika karena kelebihan Karbondioksida dalam darah dan kekurangan oksigen. Setelah itu, Rektor melarang semua soft drink di semua kantin universitas.
Seseorang menaruh gigi patah di dalam botol pepsi, dan dalam 10 hari gigi tersebut melarut! Gigi dan tulang adalah satu-satunya organ manusia tetap utuh selama tahunan setelah manusia mati Bayangkan Apa yang minuman tersebut pasti lakukan pada usus dan lapisan perut kita yang halus!
Sebaiknya berpikir terlebih dahulu sebelum meneguk minuman bersoda. Kenapa??
1. Soda Sebabkan Tulang Rapuh
Ada sejumlah penelitian yang mengaitkan minuman soda dengan tulang rapuh. Tapi ini bukanlah hal yang perlu ditakutkan. Pasalnya, banyak makanan yang bisa meningkatkan kekuatan tulang.
2. Tinggi Kandungan Kafeinnya
Selain kafein, minuman soda juga mengandung zat-zat aditif lainnya. Dalam sebuah studi yang dilakukan peneliti dari Creighton University, Nebraska, AS, tahun 2001, ditemukan jumlah kalsium dalam tubuh akan berkurang setelah mengonsumsi minuman berkarbonasi yang memang tinggi kafeinnya.
Sebuah studi di tahun 2006 juga menyatakan, wanita yang mengonsumsi minuman soda tiga kali dalam seminggu selama bertahun-tahun memang memiliki kepadatan tulang yang lebih rendah dibanding dengan mereka yang lebih banyak minum air putih.
3. Mengandung Gula
Dibandingkan dengan minuman lain, minuman bersoda mengandung paling banyak gula. Dalam sekaleng soda terkandung sedikitnya sembilan sendok teh gula. Padahal, kebutuhan gula dalam tubuh kita tak boleh lebih dari empat sendok teh per hari. Bayangkan jika Anda minum minuman bersoda tiga kali dalam sehari! Walallahu A’lam bisshowab
Read More
Selamat datang di web blog "UNIT PMR SMA BK 2 BOYOLALI".